Image
By agus

Puasa dan Disiplin

Jumat, 22 Mei 2019; |  Jam 10:17:56 WIB  |  0 comments

Pada kesempatan apel pagi selasa tanggal 7 April 2019 di halaman Kantor Imspektorat Kabupaten Serang yang dihadiri oleh seluruh Pejabat artukturat,  fungsional dan pegawai, Inspektur Drs.  Rahmat Jaya.  M. SI sebagai pembina apel,  menyampaikan makna hikmah dan manfaat dari puasa, beliau menjelaskan Puasa menurut bahasa adalah menahan,  sedangkan menurut syariat adalah menahan dengan niat ibadah dari makanan, minuman, hubungan suami-istri, dan semua hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Puasa ramadhan telah menjadi ritual rutin, sebuah kewajiban bagi umat Islam setiap tahunnya. 

Puasa  mempunyai beberapa manfaat. Di antaranya yaitu manfaat spiritual, bahwa puasa dapat membiasakan orang yang berpuasa untuk bersabar, menguatkan kesabarannya, mengajarkan pengendalian diri, membantunya dalam mengendalikan diri, karena makna takwa itu "takut" sehingga puasa membentuk etika dan Perilaku untuk takut dan patuh terhadap peraturan perundangan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”. (Al Baqarah: 183)

Manfaat sosial dari puasa, yaitu puasa dapat membentuk sikap dan perilaku peduli terhadap sesama manusia,  karena dengan puasa membina rasa empaty, dimana rasa lapar kita rasakan mereka yang merasa lapar di bulan bulan yang lain. 
Di sisi lain, menurut Inspektur, puasa juga mengajarkan kita kedisiplinan dalam beberapa hal.
Disiplin Tidur dan Bangun. Bangun sebelum shubuh, untuk sahur. Di hari biasanya kalo kita ngga puasa, kadang tidur dan bangun seenaknya, karena tanpa ada tuntutan atau hal lainnya. Nah, ketika datang waktu berpuasa, maka dengan sendirinya aktivitas seperti sahur itu akan membangkitkan diri kita untuk bangun lebih awal, melakukan aktivitas seperti biasanya dengan lebih rajin.
Disiplin Sholat dan Berjamaah (Tarawih dan Witir). Selain bulan puasa, biasanya musholla atau masjid hanya penuh ketika berjama’ah maghrib dan isya. Tapi ketika bulan ramadhan tiba, semua orang berbondong-bondong untuk rajin sholat dan berjamaah pada lima waktu. Terutama sholat sunnah yang spesial (Tarawih dan Witir). Karena puasa sendiri sudah dihitung beribadah, nah apalagi kalau ditambah beribadah yang lainnya, seperti sholat, dan berjamaah, maka pahalanya pun akan berlipat ganda.

Disiplin Waktu. Di hari biasanya, kadang kita cuek dengan pengelolaan waktu kita dalam sehari, entah itu untuk kerja, makan, ibadah, istirahat, dan sebagainya. Tapi dengan datangnya bulan puasa ini, seolah membujuk kita dengan sendirinya untuk terampil dalam memanajemen waktu. Dengan adanya waktu sahur, sholat berjamaah, tarawih dan witir, baca Qur’an, berbuka, tentunya itu akan menambah daftar aktivitas spesial harian yang penuh makna dan syarat akan ibadah penuh berkah.
Diakhir sambutannya beliau mempersilahkan kepada pegawai Inspektorat di bulan puasa ini untuk memanfaatkan di sela sela waktu kerjanya untuk tadarus, sholat berjemaah dan beliau meminta dalam rangka ibadah mencari ilmu agar seluruh pegawai Inspektorat mengikuti Program Pelatihan Mandiri (PPM) selama bulan ramadhan. 

Rd. Lukman (P2UPD Madya)