Image
By agus

Koordinasi Anggaran Responsif Gender dan RAD Pengarusutamaam Gender

Senin, 11 November 2019; |  Jam 10:38:50 WIB  |  0 comments

SERANG –Pemerintah Kabupaten Serang melaksanakan koordinasi anggaran responsive gender (ARG) dan menyusun rencana aksi daerah (RAD) pengarusutamaan gender di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Serang. Kegiatan tersebut  dilaksanakan pada Senin, 18 Oktober 2019 di hadiri oleh OPD yang ada di Kabupaten Serang.

Acara dibuka oleh Kabid Sosial dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Serang  dan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan terakhir untuk koordinasi arg pada tahun 2019.  Dijelaskan bahwa ketidaksetaraan gender masih menjadi isu besar meskipun sudah mengalami perubahan yang signifikan di Kabupaten Serang. Ketidaksetaraan gender ini ditandai dengan adanya ketimpangan relasi/kondisi (perbedaan, akses, partisipasi, kontrol, manfaat pembangunan) bagi laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh budaya dan kebijakan. Setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Serang memberikan perhatian lebih terkait pengarus utamaan gender. Diawali dengan perencanaan yang responsive gender.

 

Melalui perencanaan responsif gender dapat dihasilkan anggaran responsif gender (ARG), dimana kebijakan pengalokasian anggaran disusun untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. ARG harus didahului dengan analisis situasi pada suatu program/kegiatan dengan lensa gender sehingga dapat teridentifikasi kebutuhan perempuan dan laki-laki.

 

ARG tidak berarti adanya penambahan dana khusus untuk program perempuan dan bukan pula merupakan anggaran yang hanya ada dalam program khusus pemberdayaan perempuan. Selain itu, tidak semua program dan kegiatan perlu mendapat koreksi agar menjadi responsif gender. Dalam kesempatan ini hadir pula Narasumber dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa yang memandu dan membantu penyusunan Rencana aksi Daerah terkait pengarusutamaan Gender.

 

Pembuatan ARG pada masing-masing OPD akan menjadi dasar untuk pembuatan Rencana aksi daerah ke depannya yang berbasiskan gender.  Dalam rencana aksi akan diurai lebih detail per OPD dan per tahunnya sehingga kedepannya dapat dilakukan monitong dan evaluasi terhadap capaian per tahun dan per OPD.